Profil Daerah

loading Photo: ppid.pasamanbaratkab.go.id

Kabupaten Pasaman Barat

 

Sejarah Kabupaten Pasaman Barat

Menurut sejarahnya, nama Kabupaten Pasaman Barat diambil dari nama sebuah gunung yang terdapat di daerah Kabupaten Pasaman. Selain itu juga terdapat sebuah sungai yang bernama sungai Pasaman. Kata Pasaman sendiri berasal dari kata “Pasamoan” yang berarti kesepakatan atau kesamaan pendapat antar golongan etnis penduduk yang mendiami wilayah Pasaman yaitu Minangkabau, Mandahiling dan Jawa.

Sebenarnya secara kultural cukup banyak perbedaan antara Suku Minangkabau, Suku Mandahiling dan Suku Jawa. Perbedaan ini dibidang adat istiadat, bahasa, sikap dan prilaku hidup. Namun dibalik perbedaan itu pula banyak kesamaan visi dan persepsi sehingga mereka dapat hidup berdampingan dalam kerukunan dan kedamaian.

Setelah lebih dari setengah abad akhirnya dengan adanya otonomi daerah Pasaman dimekarkan menjadi dua kabupaten berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2003 yakni Kabupaten Pasaman (Kabupaten Induk) dan Kabupaten Pasaman Barat (Kabupaten Pemekaran). Kabupaten Pasaman Barat resmi berdiri pada tanggal 7 Januari 2004 dengan luas wilayah 3.887,77 Km2 yang terdiri dari 11 kecamatan.

Visi Dan Misi Pembangunan Daerah Kabupaten Pasaman Barat

Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Pasaman Barat sampai dengan tahun 2025 memiliki visi pembangunan sebagai berikut:

 

Pasaman   Barat   Yang   Maju, Bermartabat, dan Sejahtera“

 

Agar visi Kabupaten Pasaman Barat tahun 2005 - 2025 dapat diwujudkan maka ditempuh misi pembangunansebagai berikut :

  1. membangun SDM yang berkualitas dan berdaya saing
  2. mewujudkan  masyarakat  beriman dan bertaqwa
  3. mewujudkan pemerintah yang bersih dan bertata kelola baik.
  4. membangun perekonomian daerah yang kokoh, berkualitas dan berkesinambungan

 

Visi Dan Misi RPJMD Kabupaten Pasamn Barat Tahun 2016 - 2021

Visi jangka menengah Kabupaten Pasaman Barat untuk periode tahun 2016-2021 adalah sebagai berikut :

“Mewujudkan Pasaman Barat Yang Beriman, Cerdas, Sehat, Bermartabat, Sejahtera, Serta Berwawasan Lingkungan”

 

Beriman dan bermartabat, diukur dengan:

  1. Semakin kuatnya jati diri dan karakter masyarakat yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Terpeliharanya nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal dalam masyarakat.
  3. Semakin terpeliharanya kerukunan antar umat beragama.
  4. Meningkatnya stabilitas keamanan dan ketentraman masyarakat.
  5. Terwujudnya pengelolaan tata kelola pemerintahan yang bersih, akuntabel, efektif dan efisien
  6. Meningkatnya kualitas pelayanan publik dan pengembangan kapasitas sumber daya aparatur daerah.

 

Cerdas dan Sehat, diukur dengan:

  1. Meningkatnya kualitas dan aksesibilitas masyarakat terhadap pelayanan bidang kesehatan, pendidikan dan sosial dasar .
  2. Meningkatnya kualitas, kuantitas, distribusi, dan pendayagunaan tenaga pendidikan, dan kesehatan
  3. Meningkatnya pengelolaan kependudukan, melalui kebijakan yang population influencing.
  4. Semakin meningkatnya peran serta dan kesetaraan gender serta terpenuhinya hak anak dalam pembangunan.

 

Sejahtera, diukur dengan:

  1. Berkurangnya angka kemiskinan dan pengangguran.
  2. Terwujudnya sistem ketahanan pangan yang menjamin kebutuhan dan cadangan pangan tingkat kebupaten dan nagari.
  3. Mengembangkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan koperasi, usaha mikro kecil dan menengah, dan industri kecil dan menengah.
  4. Meningkatnya produksi dan produktifitas komoditi pertanian, perikanan, dan kelautan dan peningkatan kesejahteraan petani.
  5. Terciptanya iklim investasi yang kondusif dan saling menguntungkan untuk perluasan kesempatan kerja masyarakat.
  6. Terwujudnya perlindungan terhadap kelompok masyarakat yang rentan goncangan ekonomi dan bencana.
  7. Terwujudnya pembangunan yang saling mendukung antara sektor pariwisata, perdagangan, jasa, dan industri kreatif daerah.

 

Berwawasan Lingkungan, diukur dengan:

  1. Terciptanya sistem perencanaan dan pelaksanaan pembangunan wilayah yang berkeadilan sesuai dengan tata ruang.
  2. Terwujudnya pengelolaan pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
  3. Terlaksanaya pencegahan pencemaran lingkungan dan pengelolaan kebencanaan.
  4. Meningkatkan kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana publik dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
  5. Berkurangnya ketimpangan pembangunan antar wilayah dan daerah tertinggal serta terisolir.

 

Sesuai dengan harapan terwujudnya visi “Terwujudnya Pasaman Barat Yang Beriman, Cerdas, Sehat, Bermartabat, Sejahtera, Serta Berwawasan Lingkungan”, maka ditetapkan “Misi Pembangunan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2016-2021” sebagai upaya dalam mewujudkan visi, sebagai berikut :

  1. Mewujudkan masyarakat beriman dan bertaqwa melalui pengamalan ajaran agama, pemeliharaan nilai-nilai luhur.
  2. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pembangunan pendidikan dan kesehatan yang berwawasan kependudukan (population responsive dan gender responsive).
  3. Menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan berbasis daya saing lokal, regional, dan global.
  4. Menanggulangi kemiskinan melalui penyediaan kebutuhan dasar, pemberdayaan masyarakat, dan pengembangan ekonomi kreatif.
  5. Mewujudkan pemerintahan yang transparan dan akuntabel.
  6. Mewujudkan pembangunan wilayah yang berkeadilan, serta mengelola sumber daya alam dan penataan ruang secara berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Kondisi Geografis

Kabupaten Pasaman Barat terletak pada bagian barat Pulau Sumatera, membentang dari arah barat ke timur pada 0°33' LU sampai 0°11' LS dan 99°10 BT sampai dengan 100°04 BT, dengan batas-batas administrasi sebagai berikut :

  • Sebelah Utara                :      Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumut;
  • Sebelah Selatan              :      Kecamatan Tanjung Mutiara, Kabupaten Agam;
  • Sebelah Timur               :      Kecamatan Tigo Nagari dan Kecamatan Panti,

Kabupaten Pasaman;

  • Sebelah Barat         :     Samudera Hindia.

Luas wilayah Kabupaten Pasaman Barat 3.887,77 Km2 atau 14,96 % dari luas wilayah Sumatera Barat, yang terbagi kedalam sebelas kecamatan dengan rincian sebagai berikut :

 

Tabel 2.1.

Wilayah Administrasi dan Luas Wilayah di Kabupaten Pasaman Barat

 

No

Kecamatan

Banyak

Luas

Nagari

Jorong

 

Sungai Beremas

1

15

440,48

 

Ranah Batahan

2

30

354,88

 

Koto Balingka

1

26

340,78

 

Sungai Aur

1

22

420,16

 

Lembah Melintang

1

16

263,77

 

Gunung Tuleh

2

20

453,97

 

Talamau

3

20

324,24

 

Pasaman

3

23

508,93

 

Luhak Nan Duo

2

14

174,21

 

Sasak Ranah Pasisie

1

11

123,71

 

Kinali

2

19

482,64

Kabupaten Pasaman Barat

19

216

3.887,77

Sumber : Pasaman Barat Dalam Angka 2016

 

Topografi

Topografi wilayah Kabupaten Pasaman Barat meliputi daerah datar, bergelombang, berbukit dan pegunungan. Perbukitan dan pegunungan terdapat pada sebagian besar wilayah Kecamatan yang berbatas dengan Kabupaten Pasaman di bagian timur dan Kabupaten Mandahiling Natal di bagian utara. Wilayah topografi datar meliputi daerah Barat dari seluruh kecamatan yang berbatasan dengan Samudera Hindia yaitu Kecamatan Kinali, Luhak Nan Duo, Sasak Ranah Pasisie, Pasaman, Sungai Aua, Lembah Melintang dan Koto Balingka dan Sungai Beremas.

Kabupaten Pasaman Barat terletak pada ketinggian antara 0 – 2.913 meter di atas permukaan laut. Gunung tertinggi di Kabupaten Pasaman Barat adalah Gunung Talamau dengan ketinggian 2.192 meter di atas permukaan laut.

 

Tabel 2.2.

Ketinggian Lokasi Wilayah KabupatenPasaman Barat

 

No

Kecamatan

Luas (Km2)

Ketinggian (mdpl)

 

Sungai Beremas

440,48

0 – 319

 

Ranah Batahan

354,88

23 – 753

 

Koto Balingka

340,78

0 – 811

 

Sungai Aur

420,16

0 – 1.983

 

Lembah Melintang

263,77

15 – 725

 

Gunung Tuleh

453,97

26 – 1.875

 

Talamau

324,24

225 – 2.019

 

Pasaman

508,93

40 – 2.913

 

Luhak Nan Duo

174,21

0 – 1.250

 

Sasak Ranah Pasisie

123,71

0 – 10

 

Kinali

482,64

0 – 1.332

 

Kabupaten Pasaman Barat

3.887,77

0 – 2.913

Sumber : Pasaman Barat Dalam Angka 2015

 

Geologi / Jenis Tanah

Tanah Pasaman Barat yang subur terbentang dari utara ke selatan sangat cocok untuk pertanian dalam arti luas perkebunan, tanaman pangan, peternakan dan perikanan, sehingga daerah lain dapat disebut sebagai pusat agro bisnis. Dengan berkembangnya agro bisnis tentunya melahirkan kegiatan agro industri.Jenis tanah pada Kabupaten Pasaman Barat diklasifikasikan sebagai berikut :

  • Kawasan andosol dari batuan beku
  • Tanah andosol dari batuan beku pada pegunungan vulkanis
  • Tanah latosol dari batuan beku
  • Tanah latosol dari padsolik merah kuning dari batuan beku dan endapan
  • Tanah regosol dari batuan beku
  • Tanah padsolik coklat dari bahan aluvial pada pegunungan patahan yang tinggi
  • Tanah aluvial dari bahan aluvial
  • Tanah padsolik merah kuning dan latosol dari batuan pada pegunungan vulkanis
  • Komplek tanah orgonosal dari glei humus dari bahan alluvial
  • Tanah likosal dan regosol dari batuan beku
  • Tanah Latosol dari bahan alluvial dan batuan beku pegunungan vulkanis
  • Komplek tanah padsolik merah kuning latosol dan litosol dari batuan beku endapan metamorf pada pegunungan patahan yang rendah

 

Penggunaan Lahan

Secara umum penggunaan lahan di Kabupaten Pasaman Barat didominasi oleh lahan pertanian bukan sawah yang mencapai 318.263 ha atau 81,86 persen luas lahan selanjutnya lahan bukan pertanian yang mencapai 57.509 ha atau 14,77 persen luas lahan dan sisanya sebesar 13.105 atau 3,37 persen merupakan lahan sawah, baik irigasi maupun tadah hujan. Tabel 2.3. berikut ini memperlihatkan sebaran penggunaan lahan Kabupaten Pasaman Barat tahun 2011 sampai dengan tahun 2015.

Penggunaan lahan untuk kegiatan perkebunan mengalami peningkatan yang cukup pesat selama 5 (lima) tahun terakhir. Pada tahun 2011, lahan perkebunan di Kabupaten Pasaman Barat mencapai 146.469 ha dan mengalami peningkatan mencapai 161.522 ha atau 41,55 persen dari luas wilayah Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015. Beberapa komoditi perkebunan di Kabupaten Pasaman Barat antara lain, kelapa sawit, karet, kakao, kopi, aren, dan nilam.

Rincian gambaran penggunaan lahan Kabupaten Pasaman Barat tahun 2011 sampai dengan tahun 2015 dapat diamati pada tabel dibawah ini.

 

Tabel 2.3.

Penggunaan Lahan Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 – 2015

 

No

Jenis Penggunaan

 

 

Banyak

2011

2012

2013

2014

2015

 

Lahan Sawah

14.840

14.840

13.105

13.105

13.105

 

  1. Irigasi

9.551

9.561

7.756

9.085

9.085

 

  1. Tadah hujan

3.849

4.389

5.349

4.020

4.020

 

  1. Rawa pasang surut

-

15

-

-

-

 

  1. Rawa lebak

1.440

875

-

-

-

 

Lahan Pertanian Bukan Sawah

238.372

238.429

302.341

318.263

318.263

 

  1. Tegal/ kebun

21.142

21.941

24.479

24.867

24.867

 

  1. Ladang/ huma

15.928

15.056

15.492

14.826

14.826

 

  1. Perkebunan

146.469

146.660

146.200

161.522

161.522

 

  1. Ditanam pohon/ padang rumput

41.898

42.190

27.284

27.933

27.933

 

  1. Padang pengembalaan/ padang rumput

1.097

1.819

703

703

703

 

  1. Sementara tidak diusahakan

2.787

2.741

2.706

2.552

2.552

 

  1. Lainnya (tambak, kolam, empang, hutan negara, dll)

122.419

121.390

85.331

85.860

85.860

3

Lahan Bukan Pertanian

13.140

14.118

73.331

57.409

57.409

                 

Sumber : Pasaman Barat Dalam Angka 2016

 

Penetapan Kawasan Strategis

Sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2011 - 2031, terdapat tiga kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan strategis di Kabupaten Pasaman Barat, yaitu :

  1. Kawasan Strategis Simpang Empat

Kawasan ini merupakan ibukota kabupaten yang mempunyai kecenderungan pertumbuhan lebih tinggi dibanding pusat perkotaan lainnya. Sebagai ibukota kabupaten, Simpang Empat mempunyai fungsi dan peran penting dalam konteks pelayanan pada segala bidang. Untuk mengoptimalkan fungsi dan perannya serta terciptanya kawasan perkotaan yang aman, nyaman, produktif dan berkelanjutan diperlukan penataan yang terencana dan terkelola dengan baik.

  1. Kawasan Strategis Kinali

Kawasan Kinali merupakan kawasan yang tumbuh paling pesat secara ekonomi kewilayahan. Kecamatan Kinali terdiri dari Nagari Kinali dan Nagari Katiagan. Luas Kecamatan Kinali hampir 463 km2 meliputi sebagian dari Gunung Pasaman hingga pesisir pantai. Potensi sumber daya alam yang terbesar pada kawasan ini adalah bidang kehutanan, kelautan, perkebunan, pertanian, peternakan, perikanan dan pariwisata.

  1. Kawasan Strategis Air Bangis

Air Bangis adalah ibukota Kecamatan Sungai Beremas yang merupakan kawasan perkotaan pantai yang sudah tembuh sejak zaman kerajaan Indrapura sampai sekarang. Selain sebagai kawasan bersejarah, Air Bangis juga mempunyai objek wisata baik wisata alam (bahari) maupun budaya. Saat ini sedang dibangun pelabuhan laut yang diarahkan untuk angkutan barang di kawasan ini.

 

 Kawasan Rawan Bencana

Beberapa kawasan rawan bencana Kabupaten Pasaman Barat yang dikelompokkan berdasarkan jenis kebencanaan adalah sebagai berikut :

  1. Kawasan Rawan Longsor

Kawasan rawan bencana longsor di wilayah Kabupaten Pasaman Barat terdapat di Kecamatan Talamau yang dilintasi jalan menuju Lubuk Sikaping (Kabupaten Pasaman). Namun kawasan rawan atau potensial mengalami longsor dengan kategori tanah dengan erosi tingkat tinggi meliputi di Kecamatan Gunung Tuleh, Talamau, Pasaman, Luhak Nan Duo dan Kinali. Khusus untuk Kecamatan Gunung Tuleh lebih disebabkan jenis batuan yang mempunyai porositas tinggi berupa batu gamping. Kawasan dengan erosi sedang adalah kawasan perbukitan yang berada di bagian Utara dan Timur wilayah Pasaman Barat yang meliputi Kecamatan Sungai Beremas, Ranah Batahan, Koto Balingka, Lembah Melintang, Sungai Aur, Gunung Tuleh, Talamau, Pasaman, Luhak Nan Duo dan Kinali

  1. Kawasan Rawan Gelombang Pasang

Kawasan pesisir pantai Kabupaten Pasaman Barat sepanjang barat pantai Sumatera merupakan merupakan kawasan rawan gelombang pasang. Kawasan ini meliputi Kecamatan Sungai Beremas, Koto Balingka, Sungai Aur, Sasak Ranah Pasisie, Luhak Nan Duo dan Kinali.

  1. Kawasan Rawan Banjir

Menurut data analisis kebencanaan, banjir merupakan bencana alam yang sering terjadi di Kabupaten Pasaman Barat. Hal ini disebabkan karakteristik lahan berupa satuan bentuk lahan yang memiliki topografi dataran dan cekungan pada daerah aliran sungai . Daerah dataran banjir ini memiliki ciri-ciri berupa topografi yang datar dan umumnya berada di sekitar daerah aliran sungai yang memiliki potensial materialnya berupa pasir dan kerikil yang masih segar atau belum mengalami pelapukan. Kawasan yang teridentifikasi rawan terhadap banjir di Kabupaten Pasaman Barat yaitu Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Pasaman, Luhak Nan Duo dan Gunung Tuleh.

  1. Tsunami

Seluruh bagian pesisir dan pulau-pulau kecil merupakan kawasan rawan bahaya tsunami yang dapat dikelompokkan menjadi tiga kategori zona kerawanan yaitu :

  • Zona kerawanan tinggi, wilayah dengan jarak garis pantai 50 m, sepanjang pantai dengan ketinggian kontur kurang dari 10 mdpl. Kawasan ini meliputi Kecamatan Sungai Beremas bagian timur, Koto Balingka, Sungai Aur, Sasak Ranah Pasisie, Luhak Nan Duo dan Kinali.
  • Zona kerawanan menengah yaitu daerah sepanjang pantai dengan ketinggian 10 - 15 mdpl, dengan kemiringan lereng cukup terjal. Kawasan ini meliputi beberapa wilayah di Kecamatan Sungai Beremas, Koto Balingka, Sungai Aur, Sasak Ranah Pasisie dan Kinali.
  • Zona kerawanan rendah yaitu wilayah sepanjang pantai dengan ketinggian 15 - 30 mdpl dengan morfologi curam dan relief tinggi atau berbukit, dan daerah ini dapat dimanfaatkan untuk evakuasi dan lokasi pengungsian. Kawasan ini meliputi Kecamatan Sungai Beremas, Koto Balingka, Sungai Aur dan Kinali.
  1. Bahaya Gempa

Mengingat lokasi Pasaman Barat yang berada pada dua patahan besar yaitu pertemuan lempeng eurosia dan australia dengan jalur patahan semangko besar (ring of fire) dan berdasarkan rekam jejak kejadian gempa, seluruh wilayah Kabupaten Pasaman Barat merupakan kawasan rawan gempa.

  1. Gerakan Tanah

Berdasarkan peta gerakan tanah, dimana intensitas gerakan dikelompokkan menjadi tiga zona kerentanan gerakan tanah, yaitu :

  • Zona kerentanan gerakan tanah tinggi berada di bagian utara Kecamatan Ranah Batahan, Koto Balingka, Lembah Melintang, Sungai Aur, sebagian besar Kecamatan Gunung Tuleh, seluruh Kecamatan Talamau, bagian timur Kecamatan Pasaman, Luhak Nan Duo, dan bagian utara Kecamatan Kinali.
  • Zona kerentanan gerakan tanah sedang meliputi Kecamatan Sungai Beremas, Ranah Batahan, Koto Balingka, Sungai Aur dan sebagian Kecamatan Gunung Tuleh
  • Zona kerentanan gerakan tanah rendah meliputi Kecamatan Sungai Beremas, Koto Balingka, Lembah Melintang, Sungai Aur, bagian barat Kecamatan Gunung Tuleh, Pasaman, Sasak Ranah Pasisie, Luhak Nan Duo dan Kinali.
  1. Patahan

Terdapat patahan aktif dan patahan pasif di Kabupaten Pasaman Barat. Jalur patahan aktif minimal harus disediakan sampai dengan 200 meter kiri kanan patahan. Sedangkan areal yang juga berbahaya adalah areal pertemuan antar patahan yang belum tersambung. Adapun kawasan yang dilalui oleh patahan aktif di bagian utara wilayah Kabupaten Pasaman Barat yang sebagian besar berada pada kawasan lindung atau yang harus di konservasi karena mempunyai kelerengan diatas 40 persen. Patahan diluar kawasan lindung terdapat di bagian barat Kecamatan Sungai Beremas, dan itupun merupakan patahan pasif.

 Demografi

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Kabupaten Pasaman Barat, jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2011 mencapai 375.344 jiwa. Tahun 2012 penduduk tumbuh sebesar 2,35 persen, sehingga jumlah penduduk pada tahun 2012 menjadi 384.149 jiwa. Tahun 2013 laju pertumbuhan penduduk Kabupaten Pasaman Barat mengalami penurunan menjadi 2,28 persen, sehingga tercatat jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2013 sebesar 392.207 jiwa. Demikian pula hal pada tahun 2014, pertumbuhan penduduk kembali turun menjadi 2,22 persen sehingga jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat pada tahun 2014 tercatat 401.624 jiwa. Tahun 2015 jumlah penduduk tumbuh 2,16 persen sehingga jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015 menjadi 410.307 jiwa.

Kecamatan Pasaman sebagai ibukota kabupaten merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terbesar di Kabupaten Pasaman Barat tahun 2015. Jumlah penduduk Kecamatan Pasaman mencapai 73.101 jiwa yang terdiri dari 37.112 jiwa penduduk laki-laki dan 35.989 jiwa penduduk perempuan. Sedangkan Kecamatan Sasak Ranah Pasisie merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terendah yaitu 14.486 jiwa yang terdiri dari 7.399 jiwa penduduk laki-laki dan 7.087 penduduk perempuan. Tabel dibawah ini memperlihatkan jumlah penduduk Kabupaten Pasaman Barat menurut jenis kelamin per kecamatan tahun 2015.